Perencanaan dan Manfaat IPAL Pabrik Tahu

Industri tahu termasuk sebuah industri kecil yang banyak tersebar pada kota-kota besar dan kecil. Sebab tahu termasuk makanan yang disenangi oleh banyak orang. Akibat dari industri tahu yang cukup banyak, maka limbah hasil proses pengolahan banyak membawa dampak pada lingkungan. Biasanya, penanganan limbah cair dari industri ini bisa ditangani dengan system bilogis. Hal ini sebab polutannya termasuk bahan organic seperti karbohidrat, vitamin, protein. Jadi akan bisa didegradasi oleh pengolahan secara biologis.

Jumlah limbah yang dihasilkan kurang lebih sebanyak 3.000 hingga 5.000 Liter dalam memproduksi 1 ton tahu atau memproduksi tempe. Sumber limbah cair pabrik tahu asalnya dari proses merendam kedelai dan juga proses akhir pemisahan dari jonjot-jonjot tahu. Pabrik Tahu terkadang belum ada penanganan secara baik jadi menimbulkan dampak pada lingkungan. Salah satu dampak negatifnya limbah-bau dari limbah cair serta padat. Limbah tahu terdapat kandungan protein tinggi sehingga akibatnya banyak timbul gas buang berupa Amoniak/ Nitrogen dan Sulfur kurang sedap serta mengganggu kesehatan. Maka dari itu perlu dilakukan proses pengolahan lanjut supaya kandungan zat organik yang ada pada air limbah memenuhi standar air buangan yang boleh dibuang pada saluran umum.

Limbah Pabrik Tahu

Besarnya beban pencemaran yang didatangkan menyebabkan gangguan yang bisa dikatakan serius. Khususnya untuk perairan pada sekitar industri tahu dan juga industri tempe. Instalasi pengolahan limbah atau IPAL pabrik tahu tempe yang ada saat ini pada umumnya merupakan pengolahan limbah sistem anaerob. Menggunakan proses biologis anaerob, efisiensi pengolahan kurang lebih hanya sekitar 70-80 %. Jadi untuk air lahannya masih terdapat kandungan kadar polutan organik cukup tinggi. Dan bau yang ditimbulkan dari sistem anaerob dan tingginya kadar fosfat termasuk masalah yang belum bisa diatasi.

Dalam mengatasi hal itu bisa dilakukan dengan cara kombinasi proses biologis anaerob-aerob. Dan proses penguraian anaerob serta diikuti dengan proses pengolahan lanjut menggunakan sistem biofilter anaerob-aerob. Dengan kombinasi proses seperti demikian, diharapkan konsentrasi COD pada air olahan yang dihasilkan turun menjadi 60 ppm. Jadi apabila limbah akan dibuang tidak lagi mencemari lingkungan yang ada di sekitarnya.

Pengolahan Limbah Tahu Dengan Tangki FRP

Dalam IPAL Pabrik tahu perlu dilakukan proses pengolahan lanjut supaya kandungan zat organik yang ada air limbah memenuhi standar air buangan yang boleh dibuang ke saluran umum. Sekarang ini pengelolaan air limbah industri tahu biasanya dilakukan dengan cara membuat bak penampung air limbah. Untuk proses IPAL pabrik tahu, sebaiknya menggunakan tangki FRP. Tanki fiberglass punya bentuk seperti tanki biasa. Perbedaannya yaitu adanya sistem pengurai pada tangki tersebut. Dalam memasang tangki fiberglass juga begitu mudah, anda hanya perlu menggali tanah selanjutnya meletakkan tangki fiberglass tersebut lalu dilakukan penyambungan pipa outlet dan inlet.

Keunggulan Tangki IPal FRP

Pengolahan limbah pabrik tahu dengan menggunakan tangki ipal FRP memiliki banyak keunggulan, antara lain yaitu;

  • Tidak mudah bocor
  • Awet, tahan lama dan juga tidak mudah keropos atau rusak.
  • Bisa untuk menampung limbah yang ada kandungan bahan kimianya
  • Tidak mengalami abrasi

Karena pada umumnya tangki ipal fiber panel alat untuk menampung cairan limbah yang berskala besar, maka perlu adanya bahan material yang kuat dan kokoh yang bisa menampung jumlah air limbah yang akan diolah tersebut. Tangki ipal berbahan fiberglass ini mampu menjadikan proses pengolahan limbah bisa berjalan dengan sempurna.

pesan via whatsapp

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *