Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh air limbah, untuk saat ini banyak terjadi di berbagai macam kalangan masyarakat. Selain di Jakarta, Bandung juga merupakan wilayah yang sudah banyak tercemar oleh air limbah. Sebab, lama kelamaan kondisi pencemaran lingkungan yang ada di Kota Bandung semakin memprihatinkan. Banyaknya limbah domestik rumah tangga dan juga banyaknya industri di Kota Bandung memberikan dampak anak-anak sungai menjadi semakin tercemar. Misalnya saja pada daerah Ujungberung, Arcamanik, Kiaracondong, dan juga daerah Gedebage. Kawasan tersebut sudah terkenal menjadi kawasan industri mau tidak mau akan menyumbang tabungan limbah. Terutama untuk anak sungai seperti Cidurian ataupun Cipamokalan yang bisa dipastikan mendapatkan aliran limbah dari wilayah industri tersebut.
Untuk limbah domestik terutama yang berupa limbah cair rumah tangga serta limbah industri untuk sekarang ini mendominasi pencemaran sungai-sungai yang ada di Kota Bandung. Adapun untuk beberapa pencemaran aliran limbah ternak pada umumnya didapatkan dari kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Namun yang menjadi perhatian serius yaitu limbah cair rumah tangga yang telah tak terkendali. Untuk pencemaran limbah cair rumah tangga sekarang ini lebih mendominasi jika dibandingkan dengan limbah sampah.
Untuk limbah yang dihasilkan berupa sampah jumlahnya memang relatif lebih sedikit. Kurang lebih hanya 20% yang buang sampah. Sedangkan yang tidak terkendali pada umumnya adalah limbah cair yang berasal dari rumah tangga. Faktor penyebabnya yaitu masyarakat membuang limbah cair rumah tangga pada aliran sungai ini sebab tidak tersedianya septic tank yang ada pada setiap rumah yang berdiri pada bantaran sungai. Selain itu kehadiran gorong pun juga semakin memperburuk pencemaran lingkungan di Bandung.
Jika pemerintah lebih progresif dalam membangun program septic tank pada setiap rumah atau ada Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL, bisa jadi pencemaran sungai dengan limbah cair rumah tangga akan dapat diminimalisasi. Sebab, banyaknya warga yang tidak punya septic tank jadi sekarang ini saluran pembungannyanya mengalir pada sungai-sungai. Jika masyarakat setempat menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL maka tidak akan ada limbah cair ke sungai jika setiap rumah ada septic tank.
Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL secara komunal atau secara terkordinir pada satu lokasi atau titik pengumpul. IPAL komunal merupakan kategori pengolahan limbah domestik. Akan tetapi IPAL komunal memproses dengan seluruh dari limbah limbah rumah tangga yang disatukan pada satu lokasi.
Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan komunal dijalankan sebab satu alasan pengendalian ataupun perawatan unit IPAL tersebut. Supaya pengolahan limbah bisa terkontrol terpusat yang tujuannya yaitu supaya hasil dari proses itu mencapai hasil baik berstandart mutu buang yang layak.
IPAL komunal juga termasuk kategori sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan cara besar- besaran atau pengolahan limbah dalam jumlah yang cukup banyak.
Sistem ini juga banyak dipakai untuk :
Dengan pemerintah menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL, maka warga masyarakat bandung akan bisa terhindar dari pencemaran lingkungan. Sebab, limbah yang pada umumnya dibuang langsung ke sungai atau ke tanah, terlebih dahulu diolah agar tidak berbahaya. Terutama untuk lingkungan baik itu air, udara maupun tanah.
Bio septic tank adalah jenis septic tank modern yang saat ini semakin banyak peminatnya. Tak… Read More
IPAL biotech termasuk produk pengolahan limbah yang berkualitas. Maka dari itu, pemasangan IPAL biotech tak… Read More
Tangki IPAL komunal bisa anda manfaatkan untuk mengolah limbah secara baik. Tanpa adanya tangki IPAL,… Read More
Limbah medis yang berasal dari puskesmas tak boleh dibiarkan begitu saja. Hal ini dikarenakan limbah… Read More
Toilet portable atau mobile dibuat dengan bahan fiberglass sehingga sudah terbukti kualitasnya. Dengan bahan fiberglass,… Read More
Dampak limbah terhadap pencemaran lingkungan yang tak kunjung mendapatkan penanganan juga bisa mengganggu kesehatan keluarga.… Read More